
Dayah Samudera Pasai Madani Mantapkan Kaderisasi Imam dan Pengembangan Tahfiz
Aceh Besar – Dayah Samudera Pasai Madani (DSPM) terus menunjukkan keseriusannya dalam membina generasi Qur’ani. Melalui program Kaderisasi Imam, tim Tahfiz bersama Pengasuhan Putra merancang kegiatan khusus untuk menyiapkan bibit imam yang berkualitas, fasih bacaannya, serta faqih dalam fiqh imamah.
Program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan tahsin bacaan, tetapi juga mengajarkan syarat-syarat seorang imam, tata cara fiqh salat berjamaah, hingga adab yang harus diperhatikan sebelum dan ketika menjadi imam. Dengan konsep ini, santri dipersiapkan untuk tidak sekadar menjadi penghafal, melainkan juga imam yang mampu memimpin dengan ilmu dan akhlak.
Ustaz Muhammad Haikal, Lc., Kepala Kedayahan sekaligus Koordinator Tahfiz DSPM, yang pernah menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo dan memperdalam ilmu Al-Qur’an di berbagai majelis ilmu di Mesir, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata untuk melahirkan imam masa depan yang fasih lagi faqih.
Saat ini, DSPM mulai menerapkan sistem hafalan yang berfokus pada kualitas daripada kuantitas. Metode yang digunakan adalah metode kontinuitas (sedikit tapi rutin), dengan penekanan pada murajaah harian dan perbaikan bacaan agar hafalan tetap terjaga kuat.
Bagi santri yang memiliki kekuatan hafalan istimewa, DSPM juga sedang mempersiapkan program semi-intensif dengan target khatam Al-Qur’an secara penuh.
Ketua Pengasuhan Putra, Ustaz Denni Aulia, M.Pd., menyatakan dukungan penuhnya terhadap program ini. “Dayah Samudera Pasai Madani selalu serius dalam setiap langkah pembinaan. InsyaAllah, melalui program ini akan lahir imam-imam yang lurus bacaannya, kuat hafalannya, dan matang akhlaknya,” ujarnya.
Dengan adanya program ini, Dayah Samudera Pasai Madani semakin mantap menapaki jalannya sebagai lembaga pendidikan Islam yang melahirkan generasi Qur’ani, berilmu, dan siap berkhidmat untuk umat dan agama.