
Peringatan Nuzulul Qur’an di Dayah Samudera Pasai Madani: Menanamkan Karakter Qur’ani di Bumi Serambi Mekkah
Aceh Besar – Keluarga besar Dayah Samudera Pasai Madani kembali menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H yang dirangkai dengan kegiatan buka puasa bersama pada Jumat, 6 Maret 2026 (16 Ramadhan 1447 H). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh khidmat tersebut menjadi momentum spiritual bagi para santri, asatidz, serta seluruh pengurus dayah untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an di bulan suci Ramadhan.
Mengangkat tema “Pancaran Wahyu di Bulan Suci: Bersama Membangun Karakter Qur’ani di Bumi Serambi Mekkah,” kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga sebagai refleksi bersama untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan santri di lingkungan dayah.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santri Muhammad Hajjaj Ramadhanul Hufadz, yang menghadirkan suasana religius dan penuh kekhusyukan di tengah keluarga besar dayah. Lantunan ayat suci tersebut seakan mengingatkan kembali akan peristiwa agung turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia.
Dalam sambutannya, Pengawas Yayasan, Tgk. Zamzami, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam majelis ilmu di bulan yang penuh keberkahan ini.
“Sesungguhnya kita adalah insan yang sangat beruntung, karena masih diberikan umur, kesehatan, serta hidayah untuk memperingati turunnya Al-Qur’an pada bulan Ramadhan yang penuh rahmat ini,” ujarnya di hadapan para santri dan jajaran pengurus dayah.
Beliau juga mengajak seluruh santri untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, bukan sekadar bacaan, melainkan sumber nilai yang membentuk akhlak dan karakter seorang muslim.
Puncak acara diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ketua Yayasan, Tgk. H. Gamal Achyar, Lc., M.Sh. Dalam ceramahnya, beliau menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an kali ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan hari Jumat, yang dalam tradisi Islam dikenal sebagai penghulu segala hari.
“Hari ini kita mendapatkan dua anugerah besar sekaligus: kemuliaan hari Jumat dan keberkahan bulan Ramadhan. Momentum ini adalah pertemuan dua waktu yang sangat mustajabah untuk memperbanyak doa dan memperkuat hubungan kita dengan Al-Qur’an,” jelasnya.
Dalam tausiyahnya, beliau juga menekankan bahwa tujuan utama berinteraksi dengan Al-Qur’an bukan sekadar mengejar banyaknya hafalan, tetapi bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an mampu membentuk karakter dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyampaikan tiga refleksi penting bagi para santri. Pertama, tadabbur Al-Qur’an, yaitu memahami makna ayat secara mendalam, bukan hanya membaca secara lisan. Kedua, implementasi dalam kehidupan, yakni menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman akhlak dan perilaku. Ketiga, mengejar syafaat Al-Qur’an, dengan menjadikan kitab suci ini sebagai sahabat yang kelak memberikan pertolongan di hari akhir.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dihidupkan dalam perilaku kita. Ketika Al-Qur’an benar-benar hadir dalam kehidupan, maka ia akan melahirkan generasi yang berakhlak, berilmu, dan membawa manfaat bagi umat,” tambah beliau.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Penasehat Dayah, Pimpinan Dayah, para asatidz, staf, serta seluruh santri. Kebersamaan ini mencerminkan kuatnya ukhuwah di lingkungan dayah yang terus berupaya mencetak generasi Qur’ani.
Sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang berkembang di Aceh Besar, Dayah Samudera Pasai Madani hadir dengan komitmen membina santri agar unggul dalam ilmu agama maupun pengetahuan umum, dengan penguatan program tahfiz Al-Qur’an, penguasaan kitab turats, serta pembinaan karakter islami. Lembaga ini memadukan kurikulum nasional dengan pendidikan dayah yang berlandaskan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah.
Sebagai penutup rangkaian acara, doa dipimpin oleh Muhammad Azhim Arafa, memohon keberkahan bagi seluruh keluarga besar dayah serta bagi kemajuan pendidikan Islam di bumi Aceh.
Acara kemudian dilanjutkan dengan zikir bersama menjelang berbuka, dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan shalat Maghrib berjamaah. Suasana kebersamaan ini semakin mempererat tali silaturahmi antara yayasan, pengurus, karyawan, dan para santri.
Di tanah yang dikenal sebagai Serambi Mekkah, kegiatan seperti ini menjadi bagian dari tradisi keilmuan dan spiritual yang terus dijaga oleh dayah-dayah di Aceh. Melalui momentum Nuzulul Qur’an ini, keluarga besar Dayah Samudera Pasai Madani berharap nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya menjadi hafalan di lisan, tetapi benar-benar hidup dalam akhlak dan peradaban generasi masa depan.



