
Santri Aliyah DSPM Ikuti Outdoor Learning: Menyelami Pangan Lokal dan Ilmu Cuaca
Aceh Besar– Dayah Samudera Pasai Madani (DSPM) kembali melanjutkan rangkaian RPA Goes to School batch kedua bersama santri aliyah kelas X. Setelah sebelumnya program ini diikuti santri tingkat MTs, kini giliran santri aliyah yang berkesempatan memperdalam wawasan melalui kegiatan Outdoor Learning yang menggabungkan ilmu pertanian, pangan, dan cuaca.
Dalam agenda ini, santri mengunjungi kebun Rumoh Pangan Aceh (RPA) untuk melihat langsung budidaya Kacang Koro, bahan baku alternatif tempe yang digagas RPA sebagai upaya penguatan ketahanan pangan lokal. Selama ini, tempe di pasaran lebih banyak bergantung pada kedelai impor. Kehadiran tempe koro menjadi inovasi nyata yang lahir dari kearifan lokal Aceh.
Tidak berhenti di kebun, para santri juga belajar proses pengolahan Tempe Koro secara langsung di Rumah Produksi Tempe Koro InoPi (Inovasi Pangan Indonesia) bersama ibu-ibu mitra RPA di Gampong Alue Naga yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Lebih bermakna lagi, hasil tempe olahan para santri kemudian dimasak di dapur Dayah dan dinikmati oleh mereka sendiri—menjadi pengalaman utuh dari proses menanam hingga menyantap hasil karya tangan sendiri.
Selain menyelami pangan lokal, santri juga diajak ke BMKG Aceh untuk memahami lebih dalam ilmu meteorologi, khususnya seputar cuaca dan iklim. Materi ini penting agar santri tidak hanya mengenal pangan dari sisi praktis, tetapi juga memahami faktor alam yang memengaruhi pertanian. Kegiatan bersama BMKG ini sekaligus menyambung kesinambungan pembelajaran yang sebelumnya juga diikuti oleh santri MTs pada batch pertama.
“Bertani atau berkebun sejatinya adalah tentang kehidupan. Saat kita menanam kehidupan itu sendiri, kita belajar bahwa perjalanannya tidak mudah karena kita memahami prosesnya sejak awal. Melalui kegiatan ini, saya berharap para santri dapat lebih menghargai makanan, tidak menyia-nyiakan, dan mengambil seperlunya sesuai kebutuhan.” — Kepala Laboratorium DSPM
Outdoor Learning kali ini juga menjadi momentum perkenalan Kepala Laboratorium baru Dayah DSPM, yakni Risa Chintia Balqis, S.Si., M.Si. Beliau merupakan akademisi muda dengan latar belakang pendidikan Kimia (Biokimia dan Bioinformatika) Universitas Syiah Kuala, pernah menempuh riset di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) serta Universiti Sains Malaysia, dan kini juga aktif sebagai Project Coordinator di Yayasan Rumoh Pangan Aceh.
Dengan pengalaman riset yang luas dan kepedulian terhadap isu pangan, kehadiran beliau diharapkan mampu memperkuat peran laboratorium Dayah sebagai ruang pembelajaran saintifik yang menyatu dengan nilai Qur’ani.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di Dayah tidak berhenti di ruang kelas. Santri diajak turun langsung ke lapangan, menghubungkan ilmu, pengalaman, dan kearifan hidup, sehingga mereka tidak hanya cakap dalam teori, tetapi juga terampil dalam praktik yang bermanfaat bagi umat.