
Santri MTs Samudera Pasai Madani Ikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2025
Aceh Besar, 27 Agustus 2025 – Di tengah derasnya arus globalisasi pendidikan, MTs Samudera Pasai Madani kembali menegaskan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam modern yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi. Hal ini tampak dari pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Tahun 2025 yang digelar pada Rabu–Kamis, 27–28 Agustus 2025.
ANBK merupakan program nasional yang dirancang Kementerian Pendidikan untuk memetakan mutu pendidikan sekaligus menjadi parameter utama evaluasi proses pembelajaran di madrasah. Namun, bagi Samudera Pasai Madani, ANBK bukan sekadar ujian rutin tahunan, melainkan momentum untuk menunjukkan kualitas pendidikan yang telah dibina dengan penuh kesungguhan.
Kepala Madrasah Tsanawiyah Samudera Pasai Madani, Rahmatullah, M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh santri mengikuti asesmen ini dengan semangat dan kesiapan yang matang. Dengan bimbingan para guru, santri diarahkan untuk menghadapi ujian dengan ketenangan hati, percaya diri, serta menampilkan kemampuan terbaik mereka. “Kami ingin santri tidak hanya mampu menjawab soal, tetapi juga menghadirkan sikap ilmiah, mental yang kokoh, dan adab yang luhur. Itulah nilai lebih yang membedakan kita,” ujarnya penuh optimisme.
Di bawah arahan Pimpinan Dayah, Tgk. Muhammad Fadhillah, Lc., M.Us., Samudera Pasai Madani memandang ANBK sebagai ladang amal kebajikan. Bukan sekadar menilai angka-angka, melainkan juga sebagai upaya membentuk generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu memahami persoalan hidup dengan bijak dan menempatkan nilai agama sebagai panduan utama.
Harapannya, rangkaian ANBK tahun ini dapat berjalan dengan lancar, menghasilkan capaian yang membanggakan, serta menjadi energi baru bagi seluruh warga madrasah untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran dan prestasi di masa mendatang.
MTs Samudera Pasai Madani dengan segala kiprahnya ingin menjadi saksi sejarah: bahwa pendidikan Islam, bila dikelola dengan ikhlas, disiplin, dan visi jauh ke depan, akan selalu relevan menjawab tantangan zaman.