
Silaturrahmi Dinas Pendidikan Dayah Aceh Besar ke Dayah Samudera Pasai Madani
Aceh Besar — Dayah Samudera Pasai Madani menerima kunjungan silaturrahmi dari perwakilan Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Besar pada Kamis, 29 Januari 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dayah dalam rangka peningkatan kesejahteraan santri serta pengembangan kemandirian dayah.
Rombongan Dinas Pendidikan Dayah Aceh Besar dipimpin oleh Bapak Ajirni, S.T., selaku Kepala Bidang SDM, didampingi Bapak Faiza, S.Pd.I., Kepala Seksi Pembinaan Santri. Kehadiran mereka disambut hangat oleh pimpinan dan dewan guru Dayah Samudera Pasai Madani dalam suasana penuh kekeluargaan dan ukhuwah.
Selain sebagai ajang silaturrahmi, kunjungan tersebut juga bertujuan untuk menyerahkan format pendataan Santri Miskin Dayah/Pesantren Tahun 2026 bagi santri yang berasal dan berdomisili di Kabupaten Aceh Besar. Pendataan ini merupakan amanat langsung Bupati Aceh Besar yang akan dijadikan dasar dalam penyaluran bantuan serta pelaksanaan program-program khusus bagi santri miskin.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Dinas Pendidikan Dayah Aceh Besar menyampaikan sejumlah poin strategis, di antaranya pendataan santri miskin berdasarkan jenjang pendidikan Ula dan Wustha, penyaluran bantuan kitab sesuai kebutuhan santri, serta program beasiswa bagi santri prioritas asal Aceh Besar.
Selain itu, turut dibahas program pelatihan dan peningkatan kualitas SDM guru dayah, serta pengembangan sektor ekonomi dayah menuju kemandirian. Dinas Dayah Aceh Besar menargetkan setiap dayah memiliki minimal lima unit usaha ekonomi produktif yang dapat menunjang keberlangsungan pendidikan dan kesejahteraan warga dayah.
Pihak Dinas Pendidikan Dayah Aceh Besar berharap, melalui pendataan yang akurat dan transparan, seluruh program bantuan dapat tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi santri dan lembaga dayah. Sinergi yang terbangun ini diharapkan menjadi ikhtiar bersama dalam memuliakan pendidikan dayah sebagai benteng ilmu, adab, dan peradaban Islam di Aceh.
“Semoga kerja sama ini menjadi wasilah kebaikan bagi dunia pendidikan dayah dan melahirkan generasi santri yang berilmu, berakhlak, serta mandiri,” demikian harapan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.



