
Guru MTs Samudera Pasai Madani Ikuti Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dari Kemenag
- Posted by Syamsul Bahri
- Categories Berita
- Date 29 April 2026
Aceh Besar – Salah satu guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTs Samudera Pasai Madani telah berhasil menyelesaikan pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui platform MOOCH PINTAR. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai 22 hingga 29 April 2026, dan diikuti oleh para pendidik dari berbagai daerah di Indonesia.
Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat peran guru dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik. Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari filosofi Kurikulum Berbasis Cinta yang menekankan nilai-nilai kemanusiaan, empati, serta kasih sayang dalam proses pembelajaran.
Salah satu konsep utama yang dipelajari adalah Pancacinta, yaitu lima pilar utama dalam KBC. Pilar tersebut meliputi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya sebagai dasar spiritual, cinta ilmu untuk menumbuhkan semangat belajar, serta cinta alam sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, peserta juga mendalami cinta diri dan sesama melalui pendekatan Social Emotional Learning (SEL), disiplin positif, serta gerakan “happy tanpa bully” dan “beda is not bad”. Pilar terakhir adalah cinta tanah air yang bertujuan menanamkan rasa nasionalisme kepada peserta didik.
Guru peserta pelatihan menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan kondisi pembelajaran saat ini. “Pelatihan ini membuka wawasan baru bagi saya dalam mengajar. Saya tidak hanya fokus pada penyampaian materi, tetapi juga bagaimana menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, penuh empati, dan bermakna bagi siswa,” ujarnya.
Sebagai bentuk evaluasi, seluruh peserta diwajibkan mengisi kuisioner melalui Google Form serta menyusun diary “Petualangan Pancacinta” yang berisi refleksi pengalaman selama mengikuti pelatihan. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah, khususnya di MTs Samudera Pasai Madani, sehingga dapat menciptakan generasi yang cerdas, berakhlak, dan penuh cinta terhadap sesama, lingkungan, serta bangsa.



