
Aim High, Stay Grounded: Dayah Samudera Pasai Madani Gelar Bincang Inspiratif Bersama Dr. Mohammad Nawar Ariffin
- Posted by Syamsul Bahri
- Categories Berita
- Date 13 May 2026
Aceh Besar – Dayah Samudera Pasai Madani sukses menyelenggarakan acara “Bincang Inspiratif” yang menggugah semangat para santri pada Rabu malam, 13 Mei 2026. Mengusung tema besar “AIM HIGH, STAY GROUNDED: Jejak Inspirasi Tokoh Medis, Pemuda, dan Penggerak Umat”, acara ini menghadirkan sosok inspiratif bertaraf internasional, Dr. Mohammad Nawar Ariffin, yang merupakan Ketua Perwakilan Forsimas (Forum Silaturahmi Kemakmuran Masjid Serantau) Malaysia sekaligus seorang Pakar Perunding Pembedahan Ortopedi.
Acara yang dimulai pukul 20.30 WIB ini dipandu langsung oleh Ustadzah Salsabila, Wakor Ekskul dan Mudir Dayah Samudera Pasai Madani, Ustadz Muhammad Fadillah. Kehadiran tamu istimewa dari negeri jiran ini tidak hanya sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah transfer ilmu dan pengalaman hidup yang luar biasa bagi para santri.
Dari Anak Penyadap Karet Menjadi Tokoh Dunia
Dalam tausiyah dan bincang santainya, Dr. Mohammad membagikan kisah masa kecilnya yang penuh keterbatasan. Beliau mematahkan stigma bahwa kesuksesan hanya milik mereka yang terlahir kaya. Lahir dari kedua orang tua yang bekerja sebagai penyadap karet dan tidak mengenyam pendidikan formal, Dr. Mohammad membuktikan bahwa kekuatan mimpi mampu meruntuhkan segala rintangan.
Beliau menceritakan momen berharganya saat berusia 16 tahun, di mana ia memvisualisasikan mimpinya dengan menuliskan gelar “Dr. Nawar” di punggung kaus putihnya. Keberaniannya untuk bermimpi, kedisiplinannya dalam belajar (hingga menolak ajakan bermain demi meraih cita-cita), serta ketangguhannya menghadapi ejekan, berhasil mengantarkan beliau menjadi salah satu dari Top 10 Angkasawan Negara, Ikon Belia Negara (2011-2013), hingga berkeliling ke berbagai benua.
Pesan Kunci untuk Generasi Masa Depan
Melalui sesi interaktif dan tanya jawab bersama santri, Dr. Mohammad memberikan beberapa kunci sukses yang direfleksikan dari teladan Imam Al-Bukhari serta pengalaman pribadinya:
Visualisasikan Impian: Tulis dan bayangkan apa yang ingin dicapai. Jadikan visualisasi itu sebagai pengingat saat merasa lelah atau gagal.
Berbakti pada Orang Tua: Satukan impian pribadi dengan niat untuk membahagiakan dan mengubah nasib orang tua. Ini adalah kunci keberkahan tertinggi.
Jaga Kedisiplinan dan Ibadah: Jangan pernah tinggalkan Al-Qur’an dan pastikan shalat lima waktu selalu terjaga, karena ibadah adalah fondasi utama kedisiplinan.
Berani Mencoba dan Pantang Menyerah: Jangan takut berbuat salah saat belajar (termasuk belajar bahasa asing), dan jangan dengarkan mereka yang berusaha mematahkan semangat.
Tidak Ada Jalan Pintas: “There is no shortcut.” Kesuksesan menuntut kerja keras, pengorbanan, dan proses yang panjang.
Persiapan Santri Menuju Kancah Internasional
Menutup acara yang penuh antusiasme tersebut, Ustadz Muhammad Fadillah menyampaikan sebuah pengumuman membanggakan yang sejalan dengan semangat Aim High dari kegiatan ini.
Pada tanggal 17 Mei 2026 mendatang, sebanyak 14 pelajar Dayah Samudra Pasai Madani (terdiri dari 7 santri SMP dan 7 santri SMA) beserta 3 guru pendamping akan terbang ke Malaysia untuk mewakili lembaga dalam perlombaan tingkat ASEAN. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa kesederhanaan fasilitas Dayah tidak menjadi penghalang bagi para santri untuk terus mencetak prestasi gemilang dan melompat melewati tembok keterbatasan.
“Tidak ada manusia yang bodoh di muka bumi ini, yang ada hanyalah kemalasan. Santri yang tidak mau belajar adalah mereka yang akan tertinggal di masa depan,” pungkas Ustadz Fadillah menutup majelis inspiratif tersebut.
Semoga semangat dari bincang malam ini senantiasa menyala dalam dada para santri, menjadikan mereka generasi yang beradab, berilmu, dan siap menaklukkan dunia!


