Wisuda Santri DSPM Tahun 2026: Pesan Adab, Integritas, dan Perjuangan Warnai Pelepasan Santri
- Posted by Syamsul Bahri
- Categories Berita
- Date 13 May 2026
Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti kegiatan wisuda santri Dayah Samudera Pasai Madani (DSPM) Tahun Pelajaran 2025/2026. Dalam rangkaian acara tersebut, para pimpinan dayah, yayasan, hingga perwakilan Kementerian Agama menyampaikan berbagai pesan penting sebagai bekal bagi para lulusan dalam melanjutkan perjalanan pendidikan dan kehidupan bermasyarakat.
Kepala Pengasuhan, Ustaz Deni Aulia, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh bentuk kedisiplinan yang diterapkan selama para santri menempuh pendidikan merupakan bentuk kasih sayang dan upaya pembentukan karakter. Menurut beliau, kelulusan dari dayah bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal untuk melanjutkan pencarian ilmu ke jenjang yang lebih tinggi.
Beliau juga berpesan agar para santri menjadi pribadi yang dihargai karena akhlak dan kualitas diri, serta meneladani filosofi padi yang semakin berisi semakin merunduk. “Jadilah insan yang bermanfaat dan rendah hati di tengah masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Pimpinan Dayah, Tengku H. Muhammad Fadillah, Lc., M.Yus., kembali menegaskan prinsip utama dayah, yaitu mendahulukan adab sebelum ilmu. Beliau menyampaikan bahwa setiap lulusan DSPM adalah representasi dan duta dayah di lingkungan baru mereka nantinya.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengapresiasi prestasi para santri yang berhasil mengharumkan nama dayah dengan meraih Juara Umum POR Seni se-Aceh Besar. Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua yang telah berjuang mendukung pendidikan anak-anak mereka.
Ketua Yayasan, Ustaz H. Gamal Achyar, Lc., M.Sh., turut memberikan tiga pesan utama kepada para wisudawan. Pertama, ilmu harus diamalkan dan membawa manfaat, bukan menjadi sebab munculnya kesombongan. Kedua, menjadi manusia terbaik adalah dengan memberi manfaat kepada sesama. Ketiga, menjaga integritas, akhlak, dan salat sebagai fondasi utama kesuksesan hidup.
Beliau juga mengingatkan para santri agar tetap menjaga sikap hormat dan takzim kepada guru serta kedua orang tua.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Kementerian Agama Aceh Besar, Bapak H. Suryadi, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas perkembangan pesat DSPM yang dinilai mampu menunjukkan prestasi luar biasa meskipun masih berusia relatif muda.
Dalam pesannya, beliau memperkenalkan akronim “DUIT” sebagai bekal kehidupan bagi para lulusan, yaitu:
- D = Doa
- U = Usaha
- I = Istiqamah
- T = Tawakal
Menurut beliau, keempat hal tersebut menjadi kunci penting dalam meraih keberhasilan dunia dan akhirat.
Sebagai penutup, perwakilan santri sekaligus lulusan terbaik, Muhammad Balian Alkaisan, menyampaikan rasa syukur dan pesan mendalam kepada seluruh wisudawan. Ia menegaskan bahwa menjadi santri bukan sekadar mengejar nilai atau prestasi, tetapi tentang membentuk hati yang ikhlas, disiplin, dan berakhlak mulia.
“Santri terbaik bukanlah yang merasa paling tinggi ilmunya, melainkan yang paling kuat menjaga adabnya,” ungkapnya.
Kegiatan wisuda ini menjadi momentum penuh makna yang tidak hanya menandai kelulusan para santri, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga adab, integritas, dan semangat perjuangan dalam menuntut ilmu serta mengabdi kepada masyarakat.



