
Santri Dayah Samudera Pasai Madani Raih 2 Gold Medal di WYIE 2026 Malaysia
Malaysia — Dayah Samudera Pasai Madani (DSPM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang berlangsung di Malaysia, kontingen santri MTs dan MA Samudera Pasai Madani berhasil meraih Gold Medal melalui karya riset dan inovasi berbasis kearifan lokal Aceh.
Tim Riset MA Samudera Pasai Madani mengusung produk inovasi berjudul From Acehnese Local Wisdom to Global Innovation: Limbi-U, a Coconut Water-Based Non-Soy Sauce with Asam Sunti and Clove. Inovasi Limbi-U merupakan kecap non-kedelai berbahan dasar air kelapa yang dipadukan dengan asam sunti dan cengkih—dua komoditas khas Aceh—sebagai identitas rasa dan nilai budaya yang diangkat ke panggung global.
Tim tersebut beranggotakan Aisya Raihana P. Darma, Nafis Zuhdi, Falisha Jeva, Arifah Fadila, Tiara Auliani, dan Afdalul Kausar.
Sementara itu, Tim Riset MTs Samudera Pasai Madani turut meraih Gold Medal melalui karya berjudul Formulation of Nafatura Herbal Mouth Spray from Clove (Syzygium aromaticum) and Nutmeg (Myristica fragrans) Extracts with the Addition of Patchouli Oil as a Natural Flavor Binder. Produk NAFATURA Herbal Mouth Spray merupakan inovasi kesehatan herbal berbahan alami yang memanfaatkan cengkih, pala, dan minyak nilam Aceh sebagai bahan utama.
Tim riset MTs tersebut beranggotakan Khalid Assaidi, Syifa Khalilah Aini, Zaheer Ahmad Taufik, Hania Syakira Marva, Azzalea Rizqah, Syaira Nazeefa Wardani, dan Reiki Athaillah Arsy.
Prestasi ini menjadi lanjutan dari keberhasilan para santri yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi untuk mengikuti kompetisi internasional tersebut. Melalui bimbingan para guru dan dukungan berbagai pihak, karya inovasi santri DSPM akhirnya berhasil memperoleh penghargaan tertinggi dalam ajang bergengsi tingkat dunia itu.
Keberhasilan dua tim riset tersebut menjadi bukti bahwa santri dayah tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam pengembangan sains, teknologi, dan inovasi berbasis manfaat bagi masyarakat.
Di tengah tantangan zaman dan berbagai persoalan moral yang dihadapi generasi muda saat ini, dayah tetap hadir sebagai lembaga pendidikan yang membina akhlak, disiplin, dan intelektualitas secara seimbang. Tradisi pendidikan pesantren tidak hanya melahirkan generasi yang memahami nilai-nilai agama, tetapi juga mampu bersaing dan membawa identitas daerah di tingkat internasional.
Prestasi tersebut turut mengharumkan nama Aceh di mata dunia serta menjadi motivasi bagi para santri untuk terus berkarya, meneliti, dan mengembangkan potensi diri demi kemajuan umat dan bangsa.



