
Seminar Literasi Hari Buku Nasional, Santri Dayah Samudera Pasai Madani Antusias Belajar Menulis dan Jurnalistik
Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional, Perpustakaan Dayah Samudera Pasai Madani kembali mengadakan seminar literasi bertema “Read, Write, and Lead: Santri, Literasi, dan Masa Depan Peradaban.” Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan santri.
Seminar kali ini menghadirkan tiga pemateri inspiratif, yaitu Rahmat Aulia, Raihan Lubis, serta Putri Handayani.
Dalam sesinya, Rahmat Aulia menyampaikan materi bertema “Membaca Dunia, Menulis Masa Depan.” Ia mengajak para santri untuk menjadikan membaca sebagai jalan memperluas wawasan dan menulis sebagai sarana meninggalkan jejak pemikiran.
Sementara itu, Raihan Lubis membawakan materi bertema “Di Balik Berita: Dunia Jurnalistik dan Kekuatan Media.” Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana seseorang dapat menjadi jurnalis serta pentingnya unsur 5W+1H dalam penyampaian berita. Ia juga menekankan bahwa berita yang baik harus disampaikan berdasarkan fakta, bukan opini. Menurutnya, tugas seorang jurnalis adalah memverifikasi data sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.
Pada sesi berikutnya, Putri Handayani menceritakan perjalanan berdirinya komunitas literasi Pustaka Kampung Impian yang ia bangun bersama timnya. Ia juga membagikan buku karyanya yang berjudul sama dengan nama komunitas tersebut.
Dalam seminar ini, pimpinan Dayah, M. Fadhillah, turut menyampaikan pesan tentang pentingnya menulis. Beliau mengutip ungkapan populer dari Imam Syafi’i, “Ilmu adalah buruan dan menulis adalah ikatannya.” Ungkapan tersebut bermakna bahwa ilmu yang diperoleh harus dicatat agar tidak mudah hilang, layaknya buruan yang diikat agar tidak lepas.
Sebagai bentuk praktik langsung dari materi yang disampaikan, para santri juga diajak mengikuti sesi menulis. Setelah pemateri pertama dan kedua menyampaikan materinya, para santri diminta membuat contoh berita dan contoh cerita.
Melalui kegiatan seminar ini, diharapkan semangat membaca dan menulis para santri semakin tumbuh dan berkembang. Sebagaimana pesan yang disampaikan Putri Handayani, “Membaca akan membuatmu mengenal dunia. Menulis akan membuatmu dikenal dunia. Setiap tulisan akan menemui pembacanya.”
Sebagai penutup acara, para santri langsung mengerumuni bazar buku yang disediakan oleh Gramedia. Antusiasme mereka terlihat begitu tinggi untuk melihat, memilih, hingga memiliki buku-buku yang menarik perhatian mereka. Suasana bazar dipenuhi semangat literasi, menunjukkan besarnya minat para santri terhadap dunia membaca dan buku.



