
Dayah Samudera Pasai Madani Perkuat Sinergi Bersama Wali Santri Baru Melalui Temu Ramah dan Silaturahmi
- Posted by Syamsul Bahri
- Categories Berita
- Date 12 July 2026
Aceh Besar – Dayah Samudera Pasai Madani menggelar kegiatan Temu Ramah dan Silaturahmi bersama orang tua/wali santri baru sebagai langkah awal membangun kerja sama dalam mendidik generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter. Kegiatan ini diikuti oleh 106 wali santri baru yang secara resmi bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Dayah Samudera Pasai Madani.
Dalam sambutannya, Pimpinan Dayah menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan semata. Pendidikan yang berkualitas lahir dari sinergi yang kuat antara pihak dayah, orang tua, dan santri. Ketiga unsur tersebut harus berjalan seiring agar proses pembinaan karakter dan ilmu dapat berlangsung secara optimal.
Beliau juga menyampaikan bahwa dukungan orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam membangun semangat dan kepercayaan diri anak. Hal tersebut telah dibuktikan melalui berbagai prestasi yang diraih santri Dayah Samudera Pasai Madani, termasuk keberhasilan pada ajang kompetisi riset tingkat internasional di Malaysia.
Selain itu, Pimpinan Dayah mengajak seluruh wali santri untuk terus menjaga komunikasi yang baik dengan pihak dayah. Kritik, saran, maupun masukan sangat terbuka untuk disampaikan, namun tetap mengedepankan adab, kesantunan, dan saling menghormati. Menurut beliau, komunikasi yang baik akan menciptakan suasana yang nyaman sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa proses pembentukan karakter membutuhkan waktu. Setiap santri memiliki latar belakang dan kebiasaan yang berbeda, sehingga penerapan disiplin dilakukan secara bertahap. Tujuan dari setiap aturan yang diterapkan bukanlah untuk membatasi, melainkan membentuk pribadi yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab. Pimpinan Dayah juga mengajak seluruh orang tua agar senantiasa mendoakan putra-putrinya agar diberikan kekuatan, keikhlasan, serta kemudahan dalam menuntut ilmu.
Sementara itu, Ketua Yayasan Dayah Samudera Pasai Madani menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh para orang tua kepada dayah sebagai tempat mendidik putra-putri mereka. Beliau mengakui bahwa masa awal berpisah dengan anak merupakan fase yang cukup berat bagi orang tua maupun santri. Namun, masa adaptasi tersebut merupakan bagian penting dalam proses pendidikan yang harus dijalani dengan kesabaran dan keikhlasan.
Dalam pesannya, Ketua Yayasan menyampaikan sebuah kalimat yang menggugah, yaitu bahwa lebih baik bersabar menghadapi proses pendidikan hari ini daripada menyesal di kemudian hari. Kesabaran orang tua dalam mendukung pendidikan anak diyakini akan membuahkan hasil berupa lahirnya generasi yang berakhlakul karimah, mencintai ilmu, taat kepada Allah SWT, serta berbakti kepada kedua orang tua.
Suasana semakin hangat ketika perwakilan wali santri baru menyampaikan sambutan. Beliau mengungkapkan rasa syukur karena dapat menjadi bagian dari keluarga besar Dayah Samudera Pasai Madani. Menurutnya, rumah dan dayah memiliki tujuan yang sama, yaitu mendidik anak menjadi pribadi yang lebih baik. Oleh sebab itu, orang tua dan pihak dayah harus saling mendukung dalam proses pembinaan karakter dan akhlak santri.
Beliau juga menegaskan bahwa para orang tua memilih Dayah Samudera Pasai Madani bukan semata-mata karena fasilitas yang dimiliki, melainkan karena keyakinan bahwa dayah mampu membentuk karakter, akhlak, serta ilmu agama anak-anak dengan baik. Setelah mendengarkan arahan dari Pimpinan Dayah dan Ketua Yayasan, para wali santri mengaku semakin mantap dan tenang mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada Dayah Samudera Pasai Madani.
Melalui kegiatan temu ramah ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara pihak dayah dan seluruh wali santri. Dengan komunikasi yang baik, saling percaya, dan semangat kebersamaan, Dayah Samudera Pasai Madani optimis dapat melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu, kuat dalam akhlak, serta siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.



